Senin, 04 Juni 2012

BEBEK kecil ku,BEB di hatiku

senja menghadirkan malam gelap namun tetap menampakkan keindahan dengan cahaya rembulan
dinginnya pun datang dan menusuk ke dalam tulang
tak ada lagi suara di luar sana dan yang tersisa hanyalah suara seekor jangkrik  yang seolah menjelaskan bagaimana sepinya malam ini.

entah ini malam ke berapa yang hanya ku isi dengan lamunan
entah ini hanyalah sebuah permainan hati yang sedang menentukan siapa yang menang
atau....
Mungkin ini adalah proses kehidupan yang akan membawa hati ke dalam kesempurnaan jiwa penuh cinta

logika pun tak mampu menjawab apa yang hati tanyakan.
mulut pun tak mampu berujar apa yang hati ingin utarakan
hanya kedua mata yang mampu melukiskan bagaimana isi hati ini

kegundahan..
kegalauan..
kesendirian..
kesepian..
kerapuhan..
terikat satu dalam tali keputus asaan,,

tapi...sejenak aku menoleh ke depan ku,,,,melihatnya, menatapnya, memperhatikannya..
mengacuhkan apa yang sedang ku tatap sejak lama
dan ku temukan sesosok seseorang yang menggetarkan hati aku
menggempakan setiap ruang-ruang di hati
sosok yang memberikan harapan baru.
membantu melepaskan tali- tali yang terikat dalam gelombang kesedihan
dan ternyata sosok itu semakin mendekat
mendekat dan berusaha mengajak ku ke arah kebaikan.
menjauh dari apa yang ku tatap sejak lama...
dan itulah kamu......
BEBEK kecil ku
Beb di hatiku .....





I dedicate this poem to my dear duck.
I love the duck, although small but brave heart I knocked on the door.
"tok .. tok ...!!!!" duck knocked on the door while looking at the situation.
me: yes, I'm on the inside. what the duck??















Tidak ada komentar:

Posting Komentar