Jumat, 05 April 2013

The Second Sex Story

desiran angin malam itu membuat tubuh yang berlapis baju mini ini semakin dingin

entah mengapa, malam itu aku kembali nekat kabur dari rumah tepat jam satu malam.
entahlah setan dari mana yang mengajakku untuk kembali menikmati gejolak seks yang telah terjadi bersama eriz sebelumnya
tapi malam itu, sepertinya aku tidak akan menghubungi eriz.
tapi hanya sekedar nongkrong dengan teman-teman sebaya ku untuk sejenak melupak gairah ini.

"grekkk,," jendela kembali terbuka agar aku bisa melompat keluar jendela.yaps,, itulah jalan dimana aku bisa kembali menikmati indahnya dunia malam bersama teman-temanku ditemani beberapa botol bir dan banyak bungkus rokok dari bermacam merk.

aku berjalan beberapa saat dan temanku telah menunggu menjemputku. malam ini aku akan ke tempat salah satu temanku. disana sudah ada sekitar sepuluh pria dari berbagai macam universitas di jakarta maupun bandung yang sedang liburan.

tidak membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke situ. ketika aku sudah sampai,,beberapa dari mereka melihatku agak menyelidik. bukan menyelidik akan dengan berbagai macam pertanyaan, tapi menyelidik keintiman tubuhku. malam itu memang aku memakai celana hotpants dan tanktop mini.
beberapa mata semakin menggeliat ketika langkah ku semakin mendekat.

ehmmm..ada seseorang yang baru kulihat malam itu. lalu... "woiii , kenalin wil, temen gue kuliah di daerah jakarta selatan.namanya "Ovan".
wajah ovan memang lebih tampak seperti bule. kulitnya putih bersih, rambutnya pirang, dan berhidung mancung.meskipun tubuhnya tidak setinggi bule eropa lainnya.

seperti biasa malam itu mereka semua kembali mabuk. dan hanya ovan yang tidak mabuk, karna dy hanya meminum beberapa tenggak bir saat itu.
dan tiba- tiba dia menghampiriku "wil, kamar yuk. ngbrol-ngobrol aja.disini anak-anak berisik gak jelas gitu".
sejenak aku curiga dan berpikir karena melihat tatapan matanya yang mengajak bukan ke arah mata ku melainkah ke arah dadaku yang agak terbuka sedikit.
"tenang aja, gak bakal gue apa-apain kok lo. takut banget sih".
akhirnya gue berjalan ke arah kamar mengikuti langkah ovan.

yah,,memang hanya terjadi obrolan biasa ketika gue masuk kamar dan hanya berdua dengan ovan dalam kamar itu.
obrolan biasa soal kampus, cerita zaman SMA, temen, dan keluarga.
lama kelamaan gue mulai ngantuk dan berbaring. saat itu waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
seketika ku rasakan ada hembusan nafas di atas hidungku,, yahhh ovan akan menciumku.
mungkin karena gejolak seks ku sebelum berangkat tadi belom hilang, akhirnya ku terima ciumannya.
ovan mencium bibirku, lalu kemudian mendarat tepat dileherku dengan memainkan lidahnya.
aku semakin menggeliat kegeliat menikmati centi demi centi lumatan lidahnya dileherku

kemudia, dia menarik ke atas tank top ku, lalu membuka pengait bra ku. dan sekejap pun payudara ku menyembul keluar.
dia kembali melumat dan malah meremas payudara ku yang bulat dan kencang.
aku semakin mendesah tak tertahan. aku kembali menikmati gairah seks ini.

desahan ovam pun membuatku semakin membuat birahi ku meningkat.
aku sudah tak tahan.. dan ku beranikan memasukkan tanganku ke dalam celana ovan.
ku temukan penisnya sudah menegang dan keras. aku mengocoknya pelan, lalu tanpa aba-aba .
ovan membuka jeans panjangnya berikut dengan CD nya, dan turut membuka hotpants ku.

ovan kembali melumat bibirku, namun kini tangannya sudah tidak meremas payudaraku. melainkan memainkan klitorisku
"aouuuughhh,,,,van...aku gak tahan..oughhh....aghhhhh" aku terus menerus mendesah menikmati gerakan tangan ovan bermain mengelus vaginaku,
kemudian aku nekat membuka CD ku dan membalikkan tubuh ovan yang berada di atasku.
sekarang ovan telah berada di posisi bawah.
posisi woman on top ini membuatku semakin leluasa bergerak untuk memasukkan penisnya ke dalam vaginaku.
ku masukan perlahan lahan.
"awwww..." aku teriak merintih ketika kepala penis ovan memasuki rongga vaginaku.
"pelan-pelan mengkanya. kamu sabar dong wil".ujar ovan menenangkanku.
"iy.."jawabku,
kembali aku dorong bokongku perlahan agar penis ovan dapat menyusup masuk keseluruhan dalam lubang vaginaku.
berasa seperti otot-otot vaginaku menjerat penis ovan sangat kuat. karena semakin aku mendorong bokongku, berasa berdenyut-denyut sekali otot vaginaku.
"blesssss..." yahh akhirnya masuk semua seluruh penis ovan.
aku memompanya semakin kuat untuk melepaskan seluruh gairah birahi ku yang tertahan sejak tadi.

sekitar 15 menit aku memompa, ovan mendorongku dan kemudian memuncratkan maninya ke wajahku..
saat itu, aku pun mengeluarkan maniku.

ketika..aku ingin menciumnya kembali, tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamar. dan aku pun segera memakai hot pants dan tank top ku lalu merapihkan rambut dan membersihkan wajahku yang kotor karna mani.

ovan pun kembali memakai bajunya dan berpura-pura tidur. hanya french kiss yang ia berikan sbelum aku membuka pintu kamar dan pulang kembali ke kamarku.

My First Sex

First seks...

SEKS,,,,satu kata yang masih dianggap tabu bagi sebagian orang, tapi gak untuk anak kampuz seperti gue n rekan-rekan gue lainnya yang menikmati indahnyan seks. Pertama kali gue kenal seks usia gue baru 15 tahun. Dan untuk first seks gue saat usia gw 18 tahun.ketika itu gue telah duduk di bangku kuliah semester 1. Awalnya gue menolak untuk melakukan hubungan intim atau lebih dikenal dengan ucapan “ML” alias making love. Orang pertama yang nikmatin tubuh gue n vagina gw yg sempit Sebut saja namanya eriz. dia adalah seorang pria ganteng, gagah, kaya, dan gaul. Dia kuliah disalah satu universitas swasta terkenal daerah jakarta barat. Mungkin karena itu gue sampe kebobolan melepaskan keperawanan gue.
Awal perkenalan gue sama eriz sekitar bulan desember 2007. Gue diperkenalkan oleh seorang cewe bernama dina. Perkenalan gue sama dina pun hanya lewat telpon salah sambung. Dari situ dia menceritakan pengalaman seks nya dengan bermacam- macam pria. Mungkin kalian akan berpkiran dia adalah seorang pelacur. Bukan,,,dia bukanlah pelacur atau wanita panggilan. Dia adalah seorang ibu rumah tangga muda yang haus akan seks. Sama seperti halnya diri gue kini.
sejak perkenalan gue dengan dina pemikiran gue yang menganggap seks itu kotor mulai berubah. Beberapa hari setelah perkenalan gue dengan dina dia memberikan nomor hp seseoran. Dia ceritakan ciri-ciri fisik dan kondisi materinya, gue pun mulai tertarik, dan akhirnya pun gue hubungi lelaki itu. Respon awalnya sangat baik dan sopan. Walaupun dia kaya dan beda agama sama gue tapi dia sangat menghargai gue.
Tiap hari eriz menghubungi gue dan sms gue. Dia pun mengajak gue bertemu,tapi sayangnya saat itu gue masih malu dan gak berani ketemu orang yang belum pernah gue kenal secara face to face. Sampai akhirnya setahun berlalu dan gue pun bisa bertemu dengan eriz.
Gue inget banget,,saat itu hari jumat siang n bulan februari. Dia telpon gue n nanya lagi ngapain??? Gw Cuma jawab singkat” baru pulang kuliah n mw makan,ada apa?”.tanpa basa-basi eriz lgsung mengajak gue ketemuan” aku lagi jalan nih ke daerah cilandak.bisa ketemu gak 1 jam lagi?”. Gue pun sontak kaget n bingunG mau jawab apa, sampai beberapa saat yang keluar dari mulut gue hanya satu kata.OK. gue pun segera bersiap-siap diri tuk ketemu dia. Gue pake hot pants n baju putih brenda dengan dada rendah n dengan sepatu high heels. Gue ketemu eriz di Citos. Di situ gue lunch dulu ma dia n setelah itu jalan berdua dengan mobil jazz nya. Waktu itu gue gak kepikiran bakalan ML ma dia(secara gue masih polos saat itu), jadi saat dia ngajak gue mampir ke rumah dia gue langsung mau aja.
Sampai dirumahnya yang besar n cukup mewah, gue disuruh duduk dulu disofanya yang empuk berwarna merah marun. Lalu eriz menyediakan minum buat gue. Dan kemudian dia pamit ma gue mau mandi dulu dan ganti baju. Tak berapa lama kemudian dia turun dari lantai dua rumahnya dengan kaos putih dan celana pendek bergaris. Bau tubuhnya sangat wangi dengan parfum. Nafsu seks ku pun mulai naik dan terbayang ingin sekali melumat bibirnya lalu mencekram otot tubuhnya yang kekar itu. Tanpa diduga, eriz duduk disamping gue n melihat gue dengan tatapan dalam.
Kalian tau apa yang terjadi setelah itu?????yaaa,,dia mencium bibir merah gue dan melumatnya sampai dengan lidah gue. Gilaaaaaa,,,,nikmat banget rasanya sampe gue gak sadar klo baju gue dah terangkat ke atas n terlihat payudara gue yang putih dan kenceng terbalut bra warna hitam.
Dia pun menarik tangan gue lalu memasukkannya ke dalam celana pendek dia. Lalu gue pegang batang dia dan mengocoknya dengan pelan. Dia tak henti-hentinya mencium gue dan meremas payudara gue. Rasanya bener-bener nikmat banget. Lalu dia menarik tangan gue dan mengajak ke kamarnya yang besar dan dingin sekali karna AC. Disitu dia melepas kaos nya dan celana pendeknya. Kemudian gue disuruh melumat batang dia. Saat gue melumat batang dia terasa ada yang meraba punggung gw dan gue sadar kalau dia saat itu ternyata melepas pengait bra gue dan menarik baju seksi yang gw kenakan. Ini adalah pertama kalinya gue terbuka seperti ini dihadapan laki-laki. Tak henti sampai disitu, dia membuka kancing celana gue lalu menurunkannya kebawah. Melihat tubuh gue yang putih,kencang, padat,dan masih perwan pastinya,matanya terbelalak melihatnya. Apalagi ukuran dada gue bisa dibilang lumayan besar yaitu 36B.
Eriz pun mulai memainkan tangannya disetiap bagian tubuh gue. Gue Cuma bisa diem menikmatinya.entah setan apa yang membuat gue sampai lupa diri dan membiarkan eriz melihat dan menikmati tubuh gue yang sintal ini.
Sekitar 15 menit dia menikmati itu, kemudian dia mulai menyuruh gue berbaring di springbednya yang empukkk banget. Gak Cuma itu aja, kemudian dia menyuruh kaki gue mengangkang.
“STOP....lkamu mau ngapain?”tanya gue sontak mulai tersadar.eriz pun tetap memaksa gue melakukannya dan berkata,”gak sakit kok sayang.Cuma sebentar ja sakitnya, habis itu pasti kamu keenakan dan minta lagi”.
“aku gak ngerti maksud kamu apa, udah lah aku mau pulang sekarang. Aku belum mau melakukannya sekarang. Ku belum siap nikah dan melepaskan semuanya. Cukup ini aja”. Ujarku seraya bangkit dari tempat tidur lalu mengambil baju dan celanaku.Tapi eriz tidak tinggal diam, ia pun segera bangkit juga dari tempat tidur lalu segera memelukku dari belakang kemudian mencium leherku...lalu dia kembali menarikku ke tempat tidur. Dia tahan kedua tanganku agar tidak bisa berontak dan dia buka paha ku sehingga terlihatlah lubang vagina ku. Sungguh saat itu aku menangis dan berteriak, tapi apa daya ia mengancam ku sehingga aku pun pasrah. Dengan cepat ia masukkan batang kelaminnya yang panjang dan besar itu ke dalam vagina ku yang masih rapat dan perawan. Sontak aku pun berteriak kesakitan “awwwwwwww,,,udah..udah..aku gak mau lagi. Aku mau pulang sekarang”. Namun eriz tidak menggubris teriakanku. Dia justru semakin nafsu menggenjot penisnya dalam vagina ku lalu dia angkat kakiku dan menaruhnya diatas pundaknya. Tidak sampai disitu saja, lalu dia keluarkan penisnya dan memasukkannya lagi sampai aku benar-benar tidak tahan dan keluarlah darah keperawananku.
Aku benar-benar tak berdaya saat itu. Tak ada perasaan nikmat saat aku ditiduri dia. Hanyalah sebuah perasaan menyesal, takut, dan kecewa. Aku benar-benar putus asa dan tidak mampu berbuat apa-apa. Tak terbayangkan olehku, diriku yang kini sudah tidak perawan. Aku takut ketika aku menikah nanti suamiku kecewa dan menceraikanku karena ketidakperawananku. Ya tuhan,,maafkan aku...maafkan lah aku juga mama dan papa. Aku tak dapat menjaga keperawananku. Maaf untuk pacarku. Aku telah menghianatimu.
Dua jam telah berlalu, aku. Lalu erizpun mencabut penisnya. Dan keluarlah cairah putih kental membasahi payudaraku. Aku merasa jijik melihatnya. Eriz pun segera mengambil tissue dan membersihkannya. Aku pun segera mengambil bajuku dan memakainya lagi.
Aku berkaca merapihkan tubuhku. Lalu keluarlah air mataku melihat tubuhku ini. Sungguh aku menyesal melakukan semua yang terjadi barusan. Tak berapa lama eriz pun kembali dengan pakaian rapih dan tubuh yang wangi. Mungkin ia langsung mandi tadi. Karena masih terasa bau sabun mandinya. setelah itu aku segera menaiki jazznya. Aku ganti celana didalam jazznya. Aku tidak mau orangtua tau kalau anak gadisnya yang sudah tidak perawan ini pergi dengan pakaian seperti pelacur ini. Karena sesungguhnya aku adalah wanita berjilbab.

Kamis, 04 April 2013

AKU BUKAN UNTUKMU

bertahan dalam rasa yang salah

memungkinkan diri yang minim ini ke dalam pencapaian asmara yang sempurna

untuk melukiskannya saja teramat sulit

bagaimana mencapai rasa ini ke dalam hati yang sempurna untukmu

 

aku tak sebaik apa yang engkau pikir

aku tak sesempurna yang kau harapkan

aku tak sesuci yang kau nilai

aku tak seindah seperti bayanganmu

aku taksecantik itu, aku tak seperti itu

ingin ku pendam rasa ini dan berlari sendiri 

ingin ku meninggalkan semuanya 

melupakan semua mimpi tentangmu

tentang engkau yang mencintai diri yang tak pantas ini

maafkan aku sayang..

tak mampu aku berkata padamu

membicarakan bagaiman hati ini bergejolak menahan semua yang ku rasa

mengatakan kejujuran yang tak semestinya kau tau..

aku terlalu lemah....

 

lemah mengakui aku salah dan aku tak pantas untukmu

 

LAUTAN KERINDUAN

kaki ini entah sudah sampai mana melangkah

aku terpaut jauh dari kepastian yang memang seharusnya aku kuatkan

bukan ambang-ambang dalam kerinduan yang berbayang

tak menggambarkan kejelasan bagaimana hati ini bersandar


aku terlarut semakin dalam di laut asmara yang tak berujung

aku semakin terbawa desir ombak ke tengah lautan kerinduan

semakin lama aku diam, aku terjerumus ke dasar lautan rindu ini

semakin dalam dan semakin jauh untuk memilih yang lain

karna HANYA KAMU...


yahhh... hanya kamu yang membawa aku tanpa sadar ke lautan kerinduan ini

aku tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi

hingga aku terbawa arus kerinduan yang tak pernah berpijak ke satu titik

menyatakan apa yang sebenarnya aku rasakan terhadapmu

semua seolah hanya bayangan ilusi yang terpantul dalam gelombang cahaya

meskipun sebenarnya ini sungguh nyata dan memang benar terjadi dalam hati

hati yang terikat tali rindu atas cinta yang tak pernah terucap untukmu....